Agen Properti Solusi Bagi Yang Sibuk

Agen Properti Solusi Bagi Yang Sibuk

Overview

  • Release Date: July 01, 2016
  • Pros:

    MEMILIH rumah sebagai tempat tinggal atau ruko untuk usaha ternyata gampang-gampang susah. Ada konsumen yang langsung “srek” ketika melihat rumah atau ruko sekali saja. Namun ada juga yang meski sudah berkali-kali melihat lokasi belum juga berjodoh. Itu untuk masalah “taste” atau rasa, belum lagi soal legalitas hukum menyankut surat-surat kepemilikan rumah, dari sertifikat, PBB atau bukti lainnya.

  • Cons:

    MEMILIH rumah sebagai tempat tinggal atau ruko untuk usaha ternyata gampang-gampang susah. Ada konsumen yang langsung “srek” ketika melihat rumah atau ruko sekali saja. Namun ada juga yang meski sudah berkali-kali melihat lokasi belum juga berjodoh. Itu untuk masalah “taste” atau rasa, belum lagi soal legalitas hukum menyankut surat-surat kepemilikan rumah, dari sertifikat, PBB atau bukti lainnya.

  • Conclusion:

    MEMILIH rumah sebagai tempat tinggal atau ruko untuk usaha ternyata gampang-gampang susah. Ada konsumen yang langsung “srek” ketika melihat rumah atau ruko sekali saja. Namun ada juga yang meski sudah berkali-kali melihat lokasi belum juga berjodoh. Itu untuk masalah “taste” atau rasa, belum lagi soal legalitas hukum menyankut surat-surat kepemilikan rumah, dari sertifikat, PBB atau bukti lainnya.

MEMILIH rumah sebagai tempat tinggal atau ruko untuk usaha ternyata gampang-gampang susah. Ada konsumen yang langsung “srek” ketika melihat rumah atau ruko sekali saja. Namun ada juga yang meski sudah berkali-kali melihat lokasi belum juga berjodoh. Itu untuk masalah “taste” atau rasa, belum lagi soal legalitas hukum menyankut surat-surat kepemilikan rumah, dari sertifikat, PBB atau bukti lainnya.

Persoalan jual beli ini kerap mendatangkan masalah, jika konsumen atau calon pembeli tidak teliti, ujung-ujungnya tertipu. “Habis waktu dan uang tentu kita tidak menginginkan itu, makanya ketika membeli rumah saya menggunakan jasa broker atau agen penjualan resmi,” kata Winarto (31), pengusaha yang tinggal di Kawasan Sukarami. Dia mengaku, kediaman yang dibeli empat bulan lalu didapat dari jasa agen. Prosedurnya pun mudah dan cepat asal ada dana dan niat serius. “Kita tinggal datang lalu mendaftarkan diri, nanti disana ada semacam konsultasi, apa dan bagaimana rumah yang ingin kita beli, termasuk ketersediaan dana dan lokasi yang dibidik,” katanya.

Sementara Udin, warga km-8 Palembang, mengaku menjual tanahnya via agen properti, mengingat dia tak punya waktu untuk menjualnya ke umum. Padahal dia ingin agar tanah tersebut laku lebih cepat. “Biar lebih cepat, sekalipun kita akan mengasih fee kepada pihak ketiga tersebut.” ujarnya. Hal yang sama dikemukakan Ny Rogaya, warga Macan Kumbang, seraya menambahkan dia lebih percaya agen properti ketimbang calo. “Daripada menggunakan calo, kan agen property resmi,” tutrnya.

Lain halnya yang disampaikan Dian. Pemilik fashion butik di PTC ini mengaku perlu membangun kedekatan dengan pengelola atau marketing agen. Karena dia akan terus menghubungi calon pembeli untuk memberikan tawaran rumah. “Perlu ada pendekatan psikologis dulu dengan agen, karena mereka kerap salah mengartikan apa dan bagaimana properti yang ingin kita beli. Setiap hari kita akan terus dihubungi untuk melakukan penawaran rumah, tentu pusing juga,” katanya. Lain jika agen mengerti keinginan konsumen atau vendor secara utuh. Sehingga mereka lebih selektif menawarkan. “Itu mungkin yang susah dicari, makanya hubungan dengan agen sebaiknya dilakukan secara kontinue atau terus menerus sehingga ada kesepahaman,” katanya. Namun diakui, jasa agen sangat dibutuhkan terutama bagi kalangan konsumen yang sibuk dan tak punya banyak waktu. Mereka tak perduli merogoh kocek lebih mahal yang terpenting “garansi” keamanan surat menyurat terjamin dibanding harus memeriksa atau meneliti sendiri.

Jaminan

Tidak dipungkiri memang, di zaman modernisasi seperti ini kepraktisan dan jaminan keamanan merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Ini tentu melahirkan peluang bisnis menguntungkan. Jika zaman dulu, pihak ketiga atau perantara properti, baik rumah, ruko dan tanah identik berimage jelek, pengambil keuntungan berlipat yang ujung-ujungnya menghalalkan segala cara demi penjualan. Lambat laun keberadaan mereka justru diperlukan. Namun tentu saja dengan balutan profesionalitas kerja yang sesuai standar keterjaminan kepua-san.

Tags :  jual rumah di palembang, rumah murah di palembang, jual rumah palembang, sewa rumah di palembang, sewa ruko di palembang, sewa rumah murah di palembang, sewa ruko murah di palembang, agen properti palembang, ruko murah di palembang, jual gudang palembang, jual ruko di palembang, sewa gudang di palembang, jual ruko palembang, agen property palembang

 

Categories: Info & Artikel